Powered by Blogger.

Music Class Haters 2 of 2

 Wednesday, October 5, 2011

        “Huwaaa!!! Binder hijauku hilang! Bagaimana ini?”Minzy, siswi tercupu disekolah tiba-tiba berteriak histeris.”ARRGGhhh BERISIK! Memangnya apa isi binder hijaumu itu? Apa sebegitu penting?” Onew berteriak memarahi Minzy karena membuatnya terkejut. Minzy menggeleng,”Bu..bukan apa-apa…tidak penting kok.” Minzy menjawab singkat. Hongki dan Chaerin tersenyum.
Festival olah raga dan seni tahunan sekolah dimulai. Hongki membaca list peserta lomba seni cabang seni modern dan mendapati Music Class Haters berada di urutan kesebelas.      
“Panitia meminta daftar anggota tiap tim basket sekali lagi untuk memastikan. Apa ada dari kalian yang ingin meninggalkan perlombaan?” Kapten tim basket memastikan anggota timnya. “Bagus! tidak ada yang mengundurkan diri.”
“Hyunseung, apa kau melihat Hongki dan Chaerin?” Hongo menepuk pundak temannya dari belakang saat akan memasuki stadium mini sekolah.
“Apa ini taktikmu untuk menghentikanku bermain basket?”Hyunseung bertanya curiga.
“Aku tidak akan menghentikanmu, kau ingin bermain basket kan? Itu pilihanmu, aku malah akan mendukungmu.” Hongo tersenyum.
“HONGOOOOO., ayo cepat! Sebentar lagi giliran kita. Jangan pikirkan Hongki, sebentar lagi dia akan menyusul.” Chaerin mendorong bahu Hongo menuju belakang pentas.
            Check sound.. one two three..Chaerin dan Hongo memastikan bahwa peralatan siap digunakan untuk tampil. Seorang siswa tinggi tiba-tiba duduk di kursi drum. “Hyunseung!” Chaerin terkejut lalu tersenyum. Hongo memberikan stick drumnya pada Hyunseung yang masih mengenakan seragam tim basket.
“Ya! KAU DARIMANA SAJA? SEBENTAR LAGI KITA TAMPIL!” Hyunseung berteriak pada Hongki yang baru datang.
“KAU YANG DARIMANA SAJA? APA HAKMU MEMARAHIKU! APA KAU KIRA KAU KEREN KARENA DATANG DISAAT TERAKHIR? KAU INI!” Hongki melawan perkataan Hyunseung dengan sewot. Hongo dan Chaerin hanya tersenyum melihat tingkah kekanak-kanakan Hyunseung dan Hongki.
            “Ayah… tapi kenapa disini?” Hyunseung tertegun melihat ayahnya duduk di kursi penonton dan terlihat menikmati musik dari Music Class Haters, tapi kenapa ayahnya tau Hyunseung ada di pentas, bukan stadium mini sekolah?
Kepopularitasan tiap member Music Class Haters meningkat karena kemenangan mereka di festival sekolah. Hyunseung mendapatkan permintaan maaf dari tim basket.  Hongo menemukan teman-teman baru sesama pencinta komik. Chaerin berhasil menambah uang sakunya dengan cara meramal kehidupan asmara siswi-siswi sekolah. Hongki yang sudah terkenal sejak awal memanfaatkan suara fansnya untuk mendukungnya sebagai ketua osis.
            Jepret..Jepret..sesi pemotretan untuk majalah sekolah berakhir dan dilanjutkan dengan wawancara.
“Hyunseung, bukannya kau bilang kalau ayahmu akan datang ke stadium mini? Kenapa beliau terlihat berada di kursi penonton pentas perlombaan seni?”
“Hmm, ayahku bilang, saat ia berada di pintu masuk sekolah, ia menerima sebuah binder hijau dari badut berkostum doraemon. Benda itulah yang membuat ayahku yakin kalau aku berada di pentas bukan di stadium mini.”
“Kau tau Chaerin, kostum doraemon yang kau berikan padaku waktu itu bau sekali.” Hongki membisikkan kisahnya pada Chaerin yang menahan tawanya.
           

Di koridor…
Hyunseung memanggil Minzy. Gadis cupu itu menghentikan langkahnya namun tidak berani menoleh karena grogi. “Ini milikmu kan?”Hyunseung berjalan kehadapan Minzy lalu menyodorkan binder hijau Minzy yang hilang. Wajah Minzy memerah, segera diambilnya binder hijau itu lalu,”Ma..Ma..Maaf, aku bukan stalker. Aku suka melihat senyummu saat bermain drum, makanya diam-diam aku memotomu setiap kau latihan dan mengumpulkannya di binder ini.Kau tidak marah kan?”Minzy bertanya takut-takut.
“Terimakasih..” Hyunseung mengelus halus kepala Minzy dan beranjak pergi.
            “HOOIII Hyunseung! Bukan begitu caranya berterimakasih pada wanita!” Hongki berteriak keras lalu berlari ke arah Hyunseung yang tidak mempedulikannya diikuti Hongo dan Chaerin. “Ya! Kenapa kau tidak menciumnya? Dia menyukaimu lho!” Chaerin ikut-ikutan menggoda Hyunseung. “Kalau menurut komik Serial Cantik Jepang, biasanya sang pria akan berterimakasih dengan cara yang cool dan tanpa sepengetahuan siapapun ia akan menyelipkan surat cinta berwarna pink pada buku yang dikembalikannya. Apa kau melakukan hal itu juga?” Hongo ikut-ikutan mengusik Hyunseung sambil tetap membaca komik. “DIAM KAU! DASAR OTAKU!!” Hyunseung berteriak.
           
-Music Class Haters-
-by: Florentina Ayu-
-END-

Read more...

Music Class Haters 1 of 2

 Tuesday, October 4, 2011


Music Class Haters
Langkah Hongo terhenti, diperhatikannya para sisiwi labil yang berkerumun hingga radius dua meter dengan Hongki sebagai porosnya. "Minggir! aku mau bicara dengan Hongki." Semua siswi serentak menoleh lalu segera membuka jalan sambil menunduk. Hongo melancarkan jurus tatapan mata samurainya sambil berjalan perlahan menuju Hongki. "Masuk!" Hongo menarik dasi vocalist yang masih bingung itu masuk ke kelas. Hongo mengeluarkan kertas yang telah kerimuk dari saku celananya. Chaerin dan Hongki kaget membaca Headline News koran bulanan sekolah yang dibawa Hongo.
"Festival olah raga dan seni tahun ini akan diadakan bulan depan. Tiap murid hanya diperbolehkan mengikuti satu jenis lomba. Nah, apa kalian sudah memastikan akan mengikuti lomba apa?" Semua langsung heboh menanggapi pertanyaan Mr.Leeteuk."Oke..oke..tenang dulu, Nah! pria tampan yang duduk di sudut kanan, apakah kamu sudah memastikan lomba apa yang akan diikuti?" Kelas mendadak tenang. Hening, semua pandangan tertuju pada Hongo. "Sudah! Tapi seorang menghancurkan semuanya!"Hongo menatap tajam ke sudut kiri. Hyunseung yang merasa dirinya ditatap tajam membalas Hongo dengan tatapan dingin.

          Chaerin berlari menyusul Hyunseung menuju stadium mini sekolah sesaat setelah bel pelajaran berakhir. Segera siswi itu melambaikan tangannya ketika melihat Hyunseung menoleh kearahnya. "Nanti sore ada jadwal latihan band kita, Kalau kau tidak datang, berita di koran sekolah benar, kau memilih basket daripada Music Class Haters!”
PRAK! Hongo menghempaskan komiknya ke lantai studio lalu pergi. Chaerin dan Hongki saling berpandangan kecewa. “Sudahlah, Hyunseung tidak akan datang.”Hongki tersenyum pahit kearah sang gitaris.
Music Class Haters memulai latihan untuk mengikuti lomba seni modern di festival sekolah dengan formasi Chaerin pada gitar, Hongo pada drum, dan hongki pada bass dan vocal. Semua dapat memainkan alat musik masing-masing dengan sangat baik, namun tidak sebaik Music Class Haters yang biasanya.
“Kau tau apa?!”Hyunseung memukul keras pipi Hongo sampai ia terjatuh dan menubruk meja kantin. “Coba kalau kau yang ada di posisiku.”Hyunseung berteriak ke arah Hongo yang mencoba berdiri sambil menahan rasa sakitnya.
Chaerin, Hongo dan Hongki berkumpul di kantin setelah perkelahian hebat Hongo dan Hyunseung. Hongo menjelaskan bahwa ialah yang duluan memukul Hyunseung. Ia melakukannya karena kesal pada Hyunseung yang pengecut dan tidak punya pendirian.

“Jadi, dia memilih basket daripada musik. Tapi kenapa?” Chaerin bertanya penasaran.

“Tapi kan, saat itu dia bilang ingin bergabung dengan kita karna dia lebih mencintai musik.”

“Sejak ia TK, ayahnya belum pernah datang ke sekolah untuk melihatnya berkarya, di festival ini ayahnya berjanji akan datang. Tapi ayahnya mengatakan kalau beliau akan datang dan menyaksikan Hyunseung sebagai MVP.” Hongo menceritakan semuanya diikuti tanggapan lesu ketiganya.
 

Read more...

Blog template by simplyfabulousbloggertemplates.com

Back to TOP